#navbar-iframe { display: none !important; } PANGKARAS: Papa Mertuaku Yang Perkasa

Kamis, 08 April 2010

Papa Mertuaku Yang Perkasa

Papa Yono,mertuaku,berusia lebih setengah abad tapi masih terlihat gagah.hobinya seperti anak muda.Dengan sepeda balap,setiap pagi dia keliling komplek perumahan.aku pikir,rutinitas beliau mirip tukang sayur langganan ibu-ibu diperumahan ini.Tapi gaya papa mertuaku keren banget.Ia selalu memakai atribut lengkap bagai pembalap sepeda beneran.Helm,kaos lengan panjang ketat penuh iklan,sepatu sport yg selalu bersih,dan celana pendeknya yang membuat aku malu sendiri saat menatap tak sengaja:full press penis!

Suamiku ada meeting di Jakarta untuk empat hari.Praktis dirumah yang lumayan besar ini hanya ada aku dan papa.Mama mertua sudah lama meninggal,dan kami tidak memiliki pembantu.
Pagi itu papa tidak beraktifitas seperti biasa.Ia duduk diatas lantai yang beralaskan karpet bludru diruang keluarga.disebelahnya tergeletak sebotol body lotion .Aku berselonjor,kedua kaki telanjangku menghadap
kearahnya.Ya,papa mau memijat kakiku,pijat refleksi katanya..
"Duh,sakit pa.."aku meringis saat jempol papa menekan bagian tengah telapak kakiku
''Tahan Risma,ini titik yang berhubungan dengan kesuburaanmu!"terang papa.Aku telah menikah dengan Ilham,satu-satunya putra papa,selama delapan tahun namun belum juga mendapat keturunan.Dokter bilang kandunganku kering,lalu diberi suntikan dan vitamin.sekian lama tidak juga ada hasil,hingga akhirnya papa menawarkan terapi yang rasanya aneh.aneh karena dia menawarkannya saat suamiku tidak ada dirumah.
kini tangan papa memijat satu persatu jari kakiku,pelan namun bereaksi keras pada hasrat kewanitaanku.wajah papa yang berkeringat tampak jantan banget dimataku.
"losyennya ga dipakek pa?"tanyaku bernada manja.
''nanti dibagian betismu"
"betis juga?sambil gini?''
"tiarap"
''emang tentara,pa"
''He he"
''Hi hi"

Lalu aku mengambil posisi terlungkup,kepala terbenam pada bantal.sepi.papa mulai memijat bagian betisku,kali ini dengan cairan lotion.Tangannya yang kasar terasa merayap mulai pangkal kaki hingga belakang lututku.Saat itu aku mengenakan celana pendek longgar dibagian bawah,tangannnya sesekali menyelinap.Duh,seharusnya aku menghentikan ini.Tapi pijatan papa memang enak dan lebih mantap dari bi Inah langgananku.Aku membiarkannya saja.Mata papa mungkin tengah jelalatan menatap tubuh bagian belakangku,aku tak perduli.Lalu kurasakan bongkahan pantatku diremasnya,lubangnya ditekan-tekan,aku pura-pura tertidur.
''Ris..uhuk uhuk..Risma"papa memanggilku campur batuk.Nafsu yang tercekat ditenggorokan,mungkin.
Aku diam tak menyahut.Tangan papa makin berani,menyelinap dibalik T shirt ,memutari pinggang dan akhirnya kearah punggung.Dia mencoba melepas pengait bh ku.Ah,papa terang-terangan menunjukkan apa yang dia inginkan.Aku merinding saat punggung leherku dikecupnya.Begitu lembut dan berperasaan.
"Risma mau diapain sih,pa"aku bertanya saat papa berusaha membalikkan tubuhku.tak tahan dalam kepura-puraan
tidur sedang jantung berdegup makin kencang.
"Papa ingin bercinta denganmu sayang.."Ia berbisik,nafasnya menderu ditelingaku.Seharusnya aku menamparnya,atau berteriak sambil mencaci maki.Tapi tidak,aku hanya memberontak kecil,sekedar menunjukkan bahwa aku bukan wanita murahan.Dan papa makin bernafsu.Ia berusaha mencium bibirku,kena,lalu dilumatnya habis-habisan.Kurasa tak ada gunanya lagi menutupi perasaanku,aku membalas lumatannya.lidahnya mengait lidah didalam mulutku,lalu dia menghisapnya.uhhh,serasa terbang ragaku.

Seperti suamiku,papa melakukan cumbuannya secara bertahap.Pada dada meremas,pada pinggul mengelus dan pada paha meraba.Lalu dia menarik tubuhku untuk duduk,saat itulah aku baru sadar ternyata bagian bawah tubuh papa sudah telanjang.Entah kapan dia melepas kolornya.Sekilas tampak olehku batang penisnya,yang kuperkirakan 'like father like son',ukurannya sama dengan milik suamiku.
"nghh.."Aku mulai merintih saat payudara yang telah lepas penutupnya dikenyot oleh bibir papa.lidahnya menngelitik,aku bergelinjang.puting payudaraku yang mengeras dipermainkannya bergantian.aku direbahkannya lagi,untuk kemudian menarik celana pendek dan celana dalamku sekaligus.

Aku memejamkan mata,malu.Pertama seumur hidup tubuh telanjangku dilihat laki-laki lain selain suamiku.Tidak lama,pahaku direkahkan papa hingga mengangkang penuh,dan kepala laki-laki tua itu menunduk menuju pangkalnya.
"ouh,papa Yon...''
Lidah papa menjilat lubang vaginaku.kurasa sedari tadi sudah berliur,dan papa meyakinkan dengan berkata
"milikmu basah sekali sayang"
"terush papa,ya ya yg itu"aku meracau tak karuan.lincah nian lidah mertuaku menggelitik semua bagian dilubang vaginaku.dan clitku dihisapnya.
''oh papa,sekarang...lakukan sekarang!"
Aku benar benar dibuat tak sabar.seluruh dinding-dinding vaginaku makin panas dan berdenyut denyut,bibirnya bagai menebal,dia ingin secepatnya mengunyah sesuatu.

Blessss
Papa memasuki diriku dengan kekuatan penuh.dia bergetar saaat berkata bahwa vaginaku begitu rapat.Lalu papa mulai melakukan gerakan mengocok vaginaku.perlahan tapi mantap.aku tak melakukan gerakan apapun,tapi nikmat yang kurasakan sungguh sudah luar biasa.Penis papa seperti punya mata dan mengerti titik dalam rongga vaginaku yang paling sensitiv,dan ia terus menyentuh bagian itu dengan hentakan tanpa henti.bunyi nyaring keluar dari lubangku,mirip kaki yang berlari pada lumpur.nafasku tersenggal,papa makin bersemangat memompaku
"terus pa,lebih keras ohh.."
''nggh,mau sampai sayang?"
"Iya pa,sshhh...ouhh"
Papa makin mempercepat gerakannya.lebih keras bagai hendak menghancurkan tubuhku.Tapi justru ini membuat kenikmatan makin berlipat lipat.Birahiku bagai berlari cepat..menuju puncak bukit..dan dengan satu hentakan papa yang dalam..
''Aaaaah,papa.."
Aku melenguh panjang berbarengan orgasmeku yang sempurna.

''istirahat dulu dong pa"
"sebentar lagi sayang.."
"bandel amat sih!"
Aku mengeluh sambil mencubit pinggul papa,gemas.Aku sudah tak mampu menghitung lagi berapa kali aku sudah orgasme.Berbagai posisi yang diinginkan papa telah aku turuti.vaginaku terasa perih mungkin sudah lecet.Tapi laki-laki berusia lebih setengah abad itu masih saja lincah bergerak diatas tubuhku.batang penisnya kurasakan malah makin keras dan membesar.
"menungging lagi ya.."
"nggak ah,cape pa.tadi kan sdh"
Aku memang sudah dua kali ditunggingkan papa,lalu sambil berlutut ia mengocok vaginaku dari belakang.sesekali jari tangannya mengorek ngorek lubang pantatku.Kudengar mulutnya mengerang,kurasa ia mau mencapai klimaksnya.Dalam posisi menungging aku bergoyang pantat,mencari kenikmatan lebih,dan aku mendapat lagi orgasmeku.Tapi Papa,mencabut penisnya memang,tapi untuk ditancapkannya lagi dengan posisi tubuh berhadapan kini.

Papa kembali menggenjot diriku yang tak mau lagi menungging.Sebelumnya ia membasahi kepala penisnya yang tegak itu dengan air ludahnya sendiri.katanya vaginaku kering.bagaimana tidak kering,dengan suami aku tak pernah melakukan persetubuhan yang panjang seperti ini.syarap dilubang vaginaku terasa sudah tak mampu lagi mengeluarkan lendir.mataku terpejam rapat,mulut meringis menahan perih yang makin menjadi dilubang kewanitaanku.Untunglah pada akhirnya,saat perihku sudah tak tertahankan,papa mencapai klimaksnya.

Saat mas Ilham kembali dari Jakarta,kami berlaku seolah tak pernah terjadi apa-apa.Papa bersepeda setiap pagi,keliling perumahan.Kembali kerumah saat suamiku sudah berangkat kerja."lakukan disini saja Risma"kata papa saat aku didapur,sambil melepas celana ketat full penisnya.

 

blogger templates | Make Money Online